Jumat, 23 September 2011

Pagi Dalam Cinta






pagi..., lirih berbisik..
menyapa jiwa yang tunduk
agar semakin merunduk
pada bayang-bayang pohon yang semakin memanjang
karena matahari yang tengah naik memaksa
ketundukan bayangan "kepada sebuah kepastian"

lagi..., sekali ini...
andai bisa menahan
rasa yang ada, untuk berdiam lebih lama di dada
mengukir hati, sebagai matahari pagi ini
melukis hati, sebagai lukisan pagi ini
selalu ada pagi yang akan datang
menghampiri lagi, 

berbisik lirih sekali lagi...
mengabarkan kebahagiaan
mengabarkan berita gembira
akan datangnya hari esok
akan adanya sebuah harapan
akan adanya "kepastian"
kembalinya kepada ketentuan; yang telah dituliskan
dalam sebuah kitab yang disucikan
yang berada di tempat yang paling suci
(=Lauh Mahfuz=)

lagi...., sekali ini
selalu ada pagi yang datang
yang mengingatkan, waktu yang telah berlalu
apakah ada sebuah arti, yang mampu kutuliskan
menjadi sebuah kisah yang membanggakan
mungkin membangkitkan semangat bagi yang menyimak
dan mempesona bagi yang membaca
juga menyenangkan bagi yang mendengar
satu kisah diantara sejuta kisah lainnya

selalu ada pagi yang datang
kusadari kesalahan yang terjadi
(selalu dan selalu; ampuni .... maafkan aku)
yang tertulis dalam setiap langkah kaki
dalam sebuah tulisan yang jelas dan nyata
yang mampu terbaca sejauh mata memandang
sejauh ingatan melayang, selepas fikiran terbang
semoga itu terhapus oleh basuhan cinta
yang kusiramkan sepanjang perjalanan
sepanjang langkah yang kulalui


-ribuan pagi telah datang-
memberi kabar gembira dan peringatan
akan datangnya sebuah 'kepastian'
yaitu: akan arti hidup ini
yang hanya dituliskan dalam sebuah bingkai
agar dibaca oleh siapa saja, dengan bahasa yang sederhana
bahasa hati, bahasa cinta, bahasa kasih sayang

pagi ini, -...sekali lagi datang...-
kuterbangkan diriku kepada cinta
membawaku bersama keindahan pagi
yang semarak seperti surga
yang menerbangkanku kepada cinta
membawaku dalam sinar matahari pagi
melambungkanku kepada cinta
selalu dalam bahasanya yang sederhana
yang sama sejak manusia ada
sampai akhir masa nanti
cinta dengan bahasanya yang dimengerti
oleh seorang yang paling bodoh sekalipun
sampai seorang yang paling pandai
dari seorang yang paling kikir
sampai seorang yang paling dermawan
dari seorang yang paling jahat
sampai seorang yang paling mulia
dimengerti oleh setiap orang
diinginkan oleh setiap orang
disadari oleh setiap orang

yang mengerti dan menginginkan
itulah cinta...
.....cinta.....
begitu adanya cinta
....
setitik air dari samudra cinta "Sang Pemilik Cinta"
saat menelusup ke hati seorang manusia
bagai airbah menyapu dan menenggelamkan
setetes yang mampu mengubah hidup
setetes embun dari surga
yang diturunkan ke bumi
diturunkan ke hati
mengisi rongga dada
....
cinta
.....
begitu adanya cinta.. cinta..
yang akan mampu merubah seorang penjahat menjadi ulama
dan juga mengubah seorang awam menjadi pujangga
seorang baik menjadi jahat
dan jahat menjadi baik
seorang pandai menjadi bodoh
dan seorang bodoh menjadi pandai
seorang menjadi seorang lain
....
cinta duhai cinta
....
begitu adanya cinta

hanya cinta yang tertuju kepada Sang Maha Pencinta
yang akan membawa kebahagiaan
yang terarah kepada Sang Maha Pengasih
yang membawa ketentraman
yang disebabkan Sang Maha Penyayang
yang membawa kedamaian
.....
cinta oh cinta
......
begitu adanya cinta


pagi ini, kusambut dengan cinta
kepada Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

_Copas catatan FB Ahmad Hudori_


Tidak ada komentar:

Posting Komentar